Minggu, 08 Maret 2020

TEKNIK PERAWATAN MESIN


TUGAS TEKNIK PERAWATAN MESIN 




Disusun Oleh
                 NAMA        : Putra Adianto
                 NPM            : 26417887
                 KELAS        : 3IC05




JURUSAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
JAKARTA
2020

Pengertian Tujuan dan Jenis Maintenance

Pengertian Maintenance (pemeliharaan)
Maintenance (pemeliharaan) adalah suatu kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga suatu barang atau memperbaikinya sampai suatu kondisi yang bisa diterima. Di dalam praktek-praktek maintenance masa lalu dan saat ini di baik sektor swasta dan pemerintahan mengartikan maintenance itu adalah suatu tindakan pemeliharaan mesin atau peralatan pabrik dengan memperbaharui usia pakai dan kegagalan/kerusakan mesin.





Mesin merupakan hal yang sering dipermasalahkan antara bagian pemeliharaan dan bagian produksinya. Karena bagian pemeliharaan dianggap yang memboroskan biaya, sedangkan bagian produksi merasa yang merusakkan tetapi juga yang menghasilkan uang. Secara umum sebuah produk yang dihasilkan oleh manusia, tidak ada yang tidak mungkin rusak, tetapi usia penggunaannya dapat diperpanjang dengan melakukan perbaikan yang dikenal dengan pemeliharaan. Oleh karena itu sangat dibutuhkan kegiatan pemeliharaan yang meliputi kegiatan pemeliharaan dan perawatan pada peralatan produksi/mesin. 


Tujuan Maintenance (pemeliharaan)

Menurut Daryus A, (2008) dalam bukunya "manajemen pemeliharaan mesin" tujuan maintenance yang utama adalah sebagai berikut :
1.                 Untuk memperpanjang kegunaan aset;
2.                 Menjaga kualitas pada tingkat yang tepat untuk memenuhi apa yang dibutuhkan oleh produk itu sendiri dan kegiatan produksi yang tidak terganggu;
3.                 Untuk membantu mengurangi pemakaian dan penyimpangan yang diluar batas dan menjaga modal uang diinvestasikan tersebut;
4.                 untuk mencapai tingkat biaya pemeliharaan serendah mungkin, dengan melaksanakan kegiatan pemeliharaan yang dapat membahayakan keselamatan para pekerja;
5.                 Menghindari kegiatan pemeliharaan yang dapat membahayakan keselamatan para pekerja;
6.                 Mengadakan suatu kerja sama yang erat dengan fungsi-fungsi utama lainnya dari suatu perusahaan dalam rangka untuk mencapai tujuan utama perusahaan yaitu tingkat keuntungan yang sebaik mungkin dan total biaya yang terendah


Fungsi Maintenance (pemeliharaan)

Menurut pendapat Agus Ahyari, (2002) fungsi maintenance adalah agar dapat memperpanjang umur ekonomis dari mesin dan peralatan produksi yang ada serta mengusahakan agar mesin dan peralatan produksi tersebut selalu dalam keadaan optimal dan siap pakai untuk pelaksanaan proses produksi.
Keuntungan-keuntungan yang akan diperoleh dengan adanya pemeliharaan yang baik terhadap mesin adalah sebagai berikut :
1.                 Mesin dan peralatan produksi yang ada dalam perusahaan yang bersangkutan akan dapat dipergunakan dalam jangka waktu panjang;
2.                 pelaksanaan proses produksi dalam perusahaan yang bersangkutan berjalan dengan lancar;
3.                 Dapat menghindarkan diri atau dapat menekan sekecil mungkin terdapatnya kemungkinan kerusakan berat dari mesin dan peralatan produksi selama proses produksi berjalan;
4.                 Peralatan produksi yang digunakan dapat berjalan stabil dan baik, maka proses dan pengendalian kualitas proses harus dilaksanakan dengan baik pula;
5.                 Dapat dihindarinya kerusakan-kerusakan total dari mesin dan peralatan produksi yang digunakan;
6.                 Apabila mesin dan peralatan produksi berjalan dengan baik, maka penyerapan bahan baku dapat berjalan normal. 


Jenis Maintenance



Jenis Maintenance dapat dibedakan menjadi 2, yaitu Reactive maintenance dan proactive maintenance, adapun penjelasannya ialah sebagai berikut:
Proactive Maintenance - Pada dasarnya dapat didefinisikan sebagai kegiatan pemeliharaan (maintenance) secara berkala yang biasanya langsung dilaksanakan oleh operator pada saat melakukan analisa terhadap problem yang terjadi dan mencari tahu solusinya.
Tujuan dari kegiatan ini yaitu :
1.                 Mengerti mekanisme peralatan/mesin;
2.                 Memahami hubungan antara peralatan /mesin dengan kualitas
3.                 Memaksimalkan usia pakai dari peralatan/mesin;
4.                 Fokus dalam mengidentifikasi akar masalah dan solusinya.

Terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh operator dalam menerapkan program pemeliharaan secara berkala atau rutin tersebut guna mencapai target yang diinginkan. Beberapa tahapan tersebut dapat digolongkan ke dalam tiga kategori aktivitas utama yang biasa disebut TLC ( Tighten, Lubricate, Clean). 
·                     Tighten berkaitan dengan kegiatan pengencangan part-part peralatan/mesin.
·                     Lubricate yang berarti kegiatan pelumasan terhadap bagian-bagian tertentu ynag membutuhkan pelumasan yang burtujuan untuk menghindari karat atau melindungi bagian yang berrhubungan secara langsung\
·                     Clean yang berarti operator bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan mesin

Ketiga faktor tersebut secara tidak langsung berpengaruh terhadap kinerja peralatan/mesin sehingga potensi terjadinya kegagalan fungsi mesin kemungkinan akan dapat di deteksi secara dini.
Pelaksanaan pemeliharaan rutin ini relatif sulit untuk dijalankan terlihat sekali pada perusahaan yang mengalami kegagalan dalam menerapkan Total Productive Maintenance dikarenakan budaya kerja yang tidak  memungkinkan seperti tidak ada totalitas dari seluruh komponen perusahaan dan minimnya kepedulian terhadap kegiatan pemeliharaan (maintenance).


Reactive maintenance adalah - Suatu kegiatan perbaikan setelah kondisi pada peralatan/mesin mengalami kerusakan. Reactive maintenance tidak bisa dihindarkan karena peralatan/mesin dioperasikan terus menerus, sehingga segala kemungkinan bisa terjadi. Yang terpenting adalah meminimalisir problem yang bisa timbul, sehingga perbaikan yang bersifat reaktif bisa di hindari.


Reactive maintenance terdiri dari 2 tipe , yaitu :
1.                 Corrective maintenance, merupakan tindakan perbaikan ketika sudah terjadi kegagalan/problem.
2.                 Detective maintenance, merupakan tindakan mendeteksi atau melakukan pengecekan ketika kegagalan sudah terjadi.

3 Penyebab Utama Kerusakan pada Mesin Industri




Layaknya tubuh manusia, mesin industri juga harus selalu dirawat. Tingkat perawatannya disesuaikan dengan tingkat penggunaannya. Perawatan mesin secara berkala tentunya dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap komponen mesin itu sendiri, sehingga mesin industri tetap stabil dan proses produksi dapat berjalan dengan lancar.

Setiap mesin industri pasti memiliki resiko kerusakan yang bisa terjadi kapanpun. Ada tiga jenis penyebab kerusakan mesin industri yaitu human eror (kerusakan oleh manusia), rusak karena faktor usia mesin, dan juga rusak karena kurang perawatan.


Human Error (Kerusakan Oleh Manusia)
Penyebab utama terjadinya kerusakan mesin oleh manusia atau operator yaitu karena kurangnya pengetahuan dalam mengoperasikan alat atau mesin industri. Sebenarnya, inilah alasan utama kenapa pada setiap mesin selalu dilengkapi dengan buku panduan (manual book) pengoperasian mesin.

Selain menyediakan manual book, ada juga beberapa produsen mesin industri yang menyediakan video tutorial dan training atau pelatihan secara langsung pengoperasian mesin oleh engineering.

Maka dari itu, untuk operator yang bertugas sebaiknya diberikan pelatihan terlebih dahulu sebelum mengoperasikan alat. Dengan begitu kerusakan akibat human error dapat diminimalisir. Banyak produsen mesin industri yang tidak menerima garansi jika kerusakan tersebut disebabkan oleh kelalaian dan kesalahan dalam mengoperasikan alat.

Kerusakan Karena Faktor Usia
Sedangkan kerusakan jenis ini biasanya memang sering terjadi karena umur mesin yang sudah terlalu tua dan sudah sering digunakan. Setiap mesin biasanya memiliki usia maksimal penggunaan, jika melewati batas usia yang ditentukan maka rentan mengalami kerusakan.

Kerusakan pada fase ini disarankan untuk mengganti komponen yang mesin yang sudah tidak layak fungsi dengan komponen atau sparepart yang baru. Jika ada dana lebih, sebaiknya beli mesin industri yang baru agar produksi dapat berjalan dengan lancar.

Kerusakan Akibat Kurang Perawatan
Mesin industri tidak jauh berbeda dengan mesin kendaraan seperti mobil dan motor yang harus selalu dirawat dengan baik. Jika kapasitas penggunaan mesin terlalu besar tapi tidak diiringi dengan perawatan yang baik secara berkala maka mesin akan mengalami aus bahkan bisa menjadi kerusakan yang cukup fatal.

Dengan perawatan mesin yang baik maka komponen kerja mesin tetap berfungsi dengan baik sehingga kerusakan dapat dihindari. Efeknya, biaya operasional mesin juga dapat dihemat.

Salah satu jenis perawatan pada mesin yaitu dengan melakukan Predictive Maintenance.

Apakah predictive maintenance ?? silakan baca penjelasannya disini : Predictive Maintenance

Dengan melakukan predictive maintenance maka jika terjadi kejanggalan atau gangguan pada proses kerja mesin dapat segera diketahui dan diperbaiki.

Testindo sebagai perusahaan yang bergerak di bidang monitoring system dan engineering solution menyediakan layanan predictive maintenance untuk mesin industri. Selain itu, kami juga menyediakan layanan repair dan upgrade mesin industri dari sistem analog ke digital.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar