TUGAS TEKNIK PERAWATAN MESIN
Disusun
Oleh
NAMA : Putra Adianto
NPM : 26417887
KELAS : 3IC05
JURUSAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNOLOGI
INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
JAKARTA
2020
Pengertian Tujuan dan Jenis Maintenance
Pengertian
Maintenance (pemeliharaan)
Maintenance (pemeliharaan)
adalah suatu kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga
suatu barang atau memperbaikinya sampai suatu kondisi yang bisa diterima. Di
dalam praktek-praktek maintenance masa lalu dan saat ini di baik sektor swasta
dan pemerintahan mengartikan maintenance itu adalah suatu tindakan pemeliharaan
mesin atau peralatan pabrik dengan memperbaharui usia pakai dan
kegagalan/kerusakan mesin.
Mesin
merupakan hal yang sering dipermasalahkan antara bagian pemeliharaan dan bagian
produksinya. Karena bagian pemeliharaan dianggap yang memboroskan biaya,
sedangkan bagian produksi merasa yang merusakkan tetapi juga yang menghasilkan
uang. Secara umum sebuah produk yang dihasilkan oleh manusia, tidak ada yang
tidak mungkin rusak, tetapi usia penggunaannya dapat diperpanjang dengan
melakukan perbaikan yang dikenal dengan pemeliharaan. Oleh karena itu sangat
dibutuhkan kegiatan pemeliharaan yang meliputi kegiatan pemeliharaan dan
perawatan pada peralatan produksi/mesin.
Tujuan
Maintenance (pemeliharaan)
Menurut
Daryus A, (2008) dalam bukunya "manajemen pemeliharaan mesin" tujuan
maintenance yang utama adalah sebagai berikut :
1.
Untuk
memperpanjang kegunaan aset;
2.
Menjaga
kualitas pada tingkat yang tepat untuk memenuhi apa yang dibutuhkan oleh produk
itu sendiri dan kegiatan produksi yang tidak terganggu;
3.
Untuk
membantu mengurangi pemakaian dan penyimpangan yang diluar batas dan menjaga
modal uang diinvestasikan tersebut;
4.
untuk
mencapai tingkat biaya pemeliharaan serendah mungkin, dengan melaksanakan
kegiatan pemeliharaan yang dapat membahayakan keselamatan para pekerja;
5.
Menghindari
kegiatan pemeliharaan yang dapat membahayakan keselamatan para pekerja;
6.
Mengadakan
suatu kerja sama yang erat dengan fungsi-fungsi utama lainnya dari suatu
perusahaan dalam rangka untuk mencapai tujuan utama perusahaan yaitu tingkat
keuntungan yang sebaik mungkin dan total biaya yang terendah
Fungsi
Maintenance (pemeliharaan)
Menurut
pendapat Agus Ahyari, (2002) fungsi maintenance adalah agar dapat memperpanjang
umur ekonomis dari mesin dan peralatan produksi yang ada serta mengusahakan
agar mesin dan peralatan produksi tersebut selalu dalam keadaan optimal dan
siap pakai untuk pelaksanaan proses produksi.
Keuntungan-keuntungan
yang akan diperoleh dengan adanya pemeliharaan yang baik terhadap mesin adalah
sebagai berikut :
1.
Mesin
dan peralatan produksi yang ada dalam perusahaan yang bersangkutan akan dapat
dipergunakan dalam jangka waktu panjang;
2.
pelaksanaan
proses produksi dalam perusahaan yang bersangkutan berjalan dengan lancar;
3.
Dapat
menghindarkan diri atau dapat menekan sekecil mungkin terdapatnya kemungkinan
kerusakan berat dari mesin dan peralatan produksi selama proses produksi
berjalan;
4.
Peralatan
produksi yang digunakan dapat berjalan stabil dan baik, maka proses dan
pengendalian kualitas proses harus dilaksanakan dengan baik pula;
5.
Dapat
dihindarinya kerusakan-kerusakan total dari mesin dan peralatan produksi yang
digunakan;
6.
Apabila
mesin dan peralatan produksi berjalan dengan baik, maka penyerapan bahan baku
dapat berjalan normal.
Jenis
Maintenance
Jenis
Maintenance dapat dibedakan menjadi 2, yaitu Reactive maintenance dan proactive
maintenance, adapun penjelasannya ialah sebagai berikut:
Proactive
Maintenance - Pada dasarnya dapat didefinisikan sebagai
kegiatan pemeliharaan (maintenance) secara berkala yang biasanya langsung
dilaksanakan oleh operator pada saat melakukan analisa terhadap problem yang
terjadi dan mencari tahu solusinya.
Tujuan
dari kegiatan ini yaitu :
1.
Mengerti
mekanisme peralatan/mesin;
2.
Memahami
hubungan antara peralatan /mesin dengan kualitas
3.
Memaksimalkan
usia pakai dari peralatan/mesin;
4.
Fokus
dalam mengidentifikasi akar masalah dan solusinya.
Terdapat
beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh operator dalam menerapkan program
pemeliharaan secara berkala atau rutin tersebut guna mencapai target yang
diinginkan. Beberapa tahapan tersebut dapat digolongkan ke dalam tiga kategori
aktivitas utama yang biasa disebut TLC ( Tighten, Lubricate, Clean).
·
Tighten
berkaitan dengan kegiatan pengencangan part-part peralatan/mesin.
·
Lubricate
yang berarti kegiatan pelumasan terhadap bagian-bagian tertentu ynag
membutuhkan pelumasan yang burtujuan untuk menghindari karat atau melindungi
bagian yang berrhubungan secara langsung\
·
Clean
yang berarti operator bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan mesin
Ketiga
faktor tersebut secara tidak langsung berpengaruh terhadap kinerja
peralatan/mesin sehingga potensi terjadinya kegagalan fungsi mesin kemungkinan
akan dapat di deteksi secara dini.
Pelaksanaan
pemeliharaan rutin ini relatif sulit untuk dijalankan terlihat sekali pada
perusahaan yang mengalami kegagalan dalam menerapkan Total Productive
Maintenance dikarenakan budaya kerja yang tidak memungkinkan seperti
tidak ada totalitas dari seluruh komponen perusahaan dan minimnya kepedulian
terhadap kegiatan pemeliharaan (maintenance).
Reactive
maintenance adalah - Suatu kegiatan perbaikan setelah
kondisi pada peralatan/mesin mengalami kerusakan. Reactive maintenance tidak
bisa dihindarkan karena peralatan/mesin dioperasikan terus menerus, sehingga
segala kemungkinan bisa terjadi. Yang terpenting adalah meminimalisir problem
yang bisa timbul, sehingga perbaikan yang bersifat reaktif bisa di hindari.
Reactive
maintenance terdiri dari 2 tipe , yaitu :
1.
Corrective
maintenance, merupakan tindakan perbaikan ketika sudah terjadi
kegagalan/problem.
2.
Detective
maintenance, merupakan tindakan mendeteksi atau melakukan pengecekan ketika
kegagalan sudah terjadi.
3 Penyebab
Utama Kerusakan pada Mesin Industri
Layaknya tubuh manusia, mesin industri juga harus selalu
dirawat. Tingkat perawatannya disesuaikan dengan tingkat penggunaannya.
Perawatan mesin secara berkala tentunya dapat memberikan pengaruh yang
signifikan terhadap komponen mesin itu sendiri, sehingga mesin industri tetap
stabil dan proses produksi dapat berjalan dengan lancar.
Setiap mesin industri pasti memiliki resiko kerusakan yang bisa
terjadi kapanpun. Ada tiga jenis penyebab kerusakan mesin industri yaitu human eror (kerusakan oleh manusia), rusak karena faktor
usia mesin, dan juga rusak karena kurang perawatan.
Human Error (Kerusakan Oleh Manusia)
Penyebab utama terjadinya kerusakan mesin oleh manusia atau
operator yaitu karena kurangnya pengetahuan dalam mengoperasikan alat atau
mesin industri. Sebenarnya, inilah alasan utama kenapa pada setiap mesin selalu
dilengkapi dengan buku panduan (manual book) pengoperasian mesin.
Selain menyediakan manual book, ada juga beberapa produsen mesin
industri yang menyediakan video tutorial dan training atau pelatihan secara
langsung pengoperasian mesin oleh engineering.
Maka dari itu, untuk operator yang bertugas sebaiknya diberikan
pelatihan terlebih dahulu sebelum mengoperasikan alat. Dengan begitu kerusakan
akibat human error dapat diminimalisir. Banyak produsen mesin industri yang
tidak menerima garansi jika kerusakan tersebut disebabkan oleh kelalaian dan
kesalahan dalam mengoperasikan alat.
Kerusakan Karena Faktor Usia
Sedangkan kerusakan jenis ini biasanya memang sering terjadi
karena umur mesin yang sudah terlalu tua dan sudah sering digunakan. Setiap
mesin biasanya memiliki usia maksimal penggunaan, jika melewati batas usia yang
ditentukan maka rentan mengalami kerusakan.
Kerusakan pada fase ini disarankan untuk mengganti komponen yang
mesin yang sudah tidak layak fungsi dengan komponen atau sparepart yang baru.
Jika ada dana lebih, sebaiknya beli mesin industri yang baru agar produksi
dapat berjalan dengan lancar.
Kerusakan Akibat Kurang Perawatan
Mesin industri tidak jauh berbeda dengan mesin kendaraan seperti
mobil dan motor yang harus selalu dirawat dengan baik. Jika kapasitas
penggunaan mesin terlalu besar tapi tidak diiringi dengan perawatan yang baik
secara berkala maka mesin akan mengalami aus bahkan bisa menjadi kerusakan yang
cukup fatal.
Dengan perawatan mesin yang baik maka komponen kerja mesin tetap
berfungsi dengan baik sehingga kerusakan dapat dihindari. Efeknya, biaya
operasional mesin juga dapat dihemat.
Salah satu jenis perawatan pada mesin yaitu dengan melakukan Predictive Maintenance.
Apakah predictive maintenance ?? silakan baca penjelasannya
disini : Predictive Maintenance
Dengan melakukan predictive maintenance maka jika terjadi
kejanggalan atau gangguan pada proses kerja mesin dapat segera diketahui dan
diperbaiki.
Testindo sebagai
perusahaan yang bergerak di bidang monitoring system dan engineering solution
menyediakan layanan predictive maintenance untuk mesin industri. Selain itu,
kami juga menyediakan layanan repair dan upgrade mesin industri dari
sistem analog ke digital.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar